Sabtu, 29 Juni 2019

HINGGA SEKARANG METODE PENGOBATAN PRIMITIF MASIH DIPRAKTEKKAN SAMPAI SEKARANG

DNA4D - Kemajuan teknologi menyebabkan teknik pengobatan yang digunakan oleh manusia makin menjadi canggih dan modern. Namun hal tersebut tidak langsung menyebabkan praktik pengobatan tradisional ditinggalkan, misalnya pengobatan dengan memanfaatkan hewan.

Hewan yang dimanfaatkan pun ini tidak biasa dan biasanya juga hewan ini di anggal jijik dan berbahaya bagi manusia.

Berikut ini tiga contoh penyembuhan tradisional yang memanfaatkan hewan yang masih mendapatkan izin untuk dipraktikkan sampai sekarang:Agen Togel

MENYEMBUHKAN LUKA MENGGUNAKAN BELATUNG

Mendengar nama belatung saja orang-orang biasanya akan langsung memasang raut wajah yang jijik. Alasannya sudah jelas karena belatung aslinya merupakan fase larva dari lalat yang biasa kita bisa jumpai di tempat-tempat yang kotor seperti di tempat sampah dan bangkai hewan.

Namun di balik dari jati diri belatung, hewan yang menyukai hal-hal yang menjijikkan, ternyata belatung juga diduga berkhasiat bagi manusia di dunia medis.

Jika dibandingkan dengan metode pengobatan memakai lebah, pengobatan memakai belatung tergolong sebagai metode yang relatif baru. Pasalnya menurut Ronald Sherman ( ahli penyakit dalam dari Yayasan Bioterapi, Edukasi, dan Riset di Irvine, California), pemanfaatan balatung untuk terapi sebagai pengobatan baru dimulai berlangsung sejak satu abad terakhir.

Pengobatan belatung sendiri dilakukan dengan cara menaruh balatung pada luka terbuka. Meskipun terdengar menjijikkan dan membuat bulu kuduk berdiri, ternyata ada khasiat tersendiri kenapa balatung diduga manjur dalam mengobati luka.

Menurut para kesaksian dokter yang menangani korban luka di medan perang, mereka yang mempunyai luka dan dihinggapi oleh lalat yang meninggalkan telurnya ternyata lukanya bisa sembuh lebih cepat dibandingkan mereka yang tidak.

Penemuan ini ditanggapi serius oleh ahli tentang kesehatan, Johns Hopkins. Kemudian, pada tahun 1928 dia membuat peternakan belatung sendiri sambil memastikan kalau belatung-belatung yang di produksinya senantiasa berada dalam kondisi tidak terkontaminasi kuman penyakit.

Di AS sendiri, FDA baru mengeluarkan izin resmi pemanfaatan belatung sebagai sarana penyembuhan pada tahun 2004. Dalam izin yang resmi dikeluarkan, FDA memperbolehkan pemanfaatan belatung untuk mempercepat penyembuhan luka yang lama sembuhnya.

Pemanfaatan belatung yang diberikan izin ini untuk menangani penyakit atau luka pasien diabetes dan borok, luka bekas operasi, sampai luka bakar akut.Bandar Togel

Pada saat seorang pasien menjalani pengotanan belatung, dokter atau petugas medis akan menaruh beberapa belatung pada permukaan yang luka, lalu menutupinya dengan kain kasa selama 2 hari. Belatung yang berada di luka itu akan menghasilkan enzim pencernaan yang bisa membantu membelah sel dan jaringan yang mati pada luka.

Pengobatan dengan memanfaatkan belatung pernah ditinggalkan pada tahun 1950-an dampak dari banyaknya pengobatan dengan metode menggunakan antibiotik. Namun sejak awal mula abad ke-21, karena meningkatnya kekebalan bakteri terhadap obat serta antibiotik, pengobatan belatung mulai kembali dilirik sebagai salah satu pengobatan alternatif.

Walaupun memiliki khasiat yang tersembunya, terapi dengan pemanfaatan belatung tidak langsung bangkit. Pasalnya di mata masyarakat luas, belatung masih digambarkan sama dengan hal-hal yang menjijikkan, penyakit dan kematian.

Pikiran kita di zaman sekarang ini menyamakan belatung dengan kematian, kotoran anjing, dan timbunan sampah," keluh Sherman

TERAPI SENGATAN LEBAH

Apakah kalian pernah disengat oleh lebah? Jika ya, maka anda pasti tahu seberapa sakitnya sengatan yang di hasilkan oleh seekor serangga kecil ini. Biarpun kecil, lebah sangat dikenal karena sengatannya yang sangat menyakitkan.

Bukan hanya itu saja, setiap kali lebah yang menyengat manusia, maka sengatannya akan tertinggal juga di kulit korbannya. Jadi selama sengatnya masih terus menerus menancap di kulit, selama itu juga korban akan merasakan sakitnya yang berlanjut.

Walaupun menyakitkan, ternyata sengatan lebah juga dianggap berkhasiat. Metode pengobatan dengan memanfaatkan sengatan lebih ini dikenal dengan terapi racun lebah. Meskipun terdengan aneh, praktik ini ternyata sudah sangat lama dikenal manusia.

Di zaman Yunani Kuno, ahli kesehatan Hippocrates mengakui kalau racun lebah bisa meringankan gejala arthritis dan radang sendi lainnya. Pernyataan Hippocrates ini bukanlah pernyataan yang tidak ada unsur ilmiahnya.

Menurut hasil penelitian yang diterbitkan oleh jurnal Molecule pada tahun 2016, racun lebah diketahu mengandung melittin, senyawa kimia yang bermanfaat untuk melawan peradangan.

Di zaman sekarang, pengobatan yang memanfaatkan sengatan lebah diklarifikasi bisa meringankan atau menghilangkan rasa sakit serta bengkak pada penderita arthritis, mencegah orang mudah sakit, menghilangkan rasa muda lelah, dan bahkan mencegah seseorang mengalami lumpuh akibat gangguan syaraf akut ( sklerosis ). Namun yang menjadi pertanyaan besarnya itu adalah, apakah terapi sengatan lebih memang semanjur itu?Taruhan Togel Online

Jika kita bertanya pada FDA sebagai lembaga yang memberikan izin resmi terhadap peredaran obat dan makanan di AS, maka jawabannya adalah tidak. Alasannya sampai sekarang FDA masih tidak mengeluarkan izin atas pengobatan dengan pemanfaatan sengatan lebah karena masih sedikitnya pelajaran ilmiah yang menyinggung hubungan langsung antara racun lebah dengan hilangnya gejala-gejala yang di hasilkannya oleh penyakit tertentu.

Akan tetapi bagi mereka yang menderita alergi terhadap racun lebah, akan berdampak jauh lebih parah karena orang yang melakukan terapi bisa mendapatkan gangguan pernapasan dan bahkan meninggal. Meskipun begitu, nyatanya di beberapa tempat pengobatan dengan cara memanfaatkan sengatan lebah masih di praktikkan menjadi bagian dari salah satu bentuk pengobatan alternatif.

LINTAH UNTUK MELANCARKAN PEMBULUH DARAH TERSUMBAT

Lintah salah tahu makhluk yang normal untuk di biarkan seseorang jika menempel pada kulit. Pasalnya hewan yang berbentuk seperti cacing ini memiliki kebiasaan untuk menghisap darah korbannya. Yang lebih parah jika seekor lintah yang menempel di kulit dan dipaksa dicabut dari kulit maka luka orang yang ditempeli lintah akan mengeluarkan darah segar sampai beberapa lama.

Kemampuan lintah untuk menempel pada manusia dan menghisap darahnya dibantu oleh penghisap pada bagian kepala dan ekornya.  Karena letak penghisap ini, lintah bisa menempel kuat pada korban tanpa khawatir akan jatuh.DNA4D

Lintah juga memiliki gigi pada mulutnya sehingga ia bisa membuat luka pada kulit korbannya. Hal ini kemudian yang membuat lintah sebagai hewan yang berguna untuk keperluan bloodletting, sebuah praktik pengobatan dengan cara melukai dan mengeluarkan darah korban secara paksa. Praktik bloodletting ini diketahui sudah dipraktikkan manusia sejak zaman sebelum masehi.

Setelah abad ke-21, praktik bloodletting memanfaatkan lintah mulai dipercaya di dunia medis modern setelah FDA memberikan izin resmi pemanfaatan lintah untuk pengobatan penyumbatan urat darah, suatu kondisi di mana darah menggumpal di lokasi tubuh dan tidak dipompa kembali ke jantung.

Penyumbatan urat darah biasanya terjadi setelah operasi penyambungan organ tubuh ( contohnya: jari tangan ) atau operasi perbaikan, pemulihan pada anggota tubuh tertentu ( misalnya: payudara ). Dengan pemanfaatan lintah ini darah bisa dikeluarkan dari luka pasca operasi hanya dalam rentang waktu 45 menit sehingga oksigen bisa mencapai lokasi tadi dengan lebih mudah.HOKIDNA

Alasan kenapa yang dimanfaatkan untuk keperluan bloodletting adalah lintah, nyatanya karena linta yang memiliki zat antibeku dalam air liurnya. Zat antibeku ini juga yang menyebabkan luka yang sudah di tempel oleh lintah masih mengeluarkan darah segar meskipun lintah sudah di cabut.

Pemanfaatan lintah untuk keperluan bloodletting ini juga mempunya kelemahan. Akibat dari air liur lintah tersebut, pasien yang menjalani terapi ini mengalami anemia atau kekukarangan sel darah merah. Luka hasil gigitan lintah juga beresiko di masuki kuman penyakit berbahaya.

Nah bagaimana?? Ekstrim sekali bukan, kalau kalian pilih pengobatan alternatif yang mana nih??
#sumber

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

8 KHASIAT MAKAN PAKAI TANGAN YANG TIDAK KITA KETAHUI

DNA4D - Bagi penduduk Indonesia, makan tanpa menggunakan alat bantu sendok dan garpu adalah sesuatu hal yang biasa dilakukan. Malahan dal...